Tim Tabur Gabungan Kejagung dan Kejati Jateng Tangkap Buron Kasus Korupsi

JAKARTA (Awal.id) – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah berhasil mengamankan seorang saksi dalam perkara korupsi yang kini sedang ditangani oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaaan Agung Dr Ketut Sumedana SH MH pada siaran persnya, di Jakarta, Kamis (23/6), menjelaskan  AS, buron kasus korupsi pengadaan tanah di Desa Bapangsari, Kecamatan Begelan, Kabupaten Purworejo, dibekuk tim Tim Tabur Gabungan di Jalan Bantul Km 07 RT/ 057 RW 00 Desa/Kelurahan Pedowoharjo, Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul, pada Rabu (22/6) pukul 18:36 WIB.

Kendati terindikasi melakukan penyimpangan, AS, menurut Ketut, statusnya masih seorang saksi. Namun, proses penyidikan kasus sedang ditangani tim penyidik Kejati Jateng, warga Bantul berusia 59 tahun itu melarikan diri, sehingga pihak kejaksanaan membentuk Tim Tabur Gabungan untuk meringkusnya.

Ketut memaparkan AS merupakan saksi dalam tahap penyidikan terkait perkara tindak pidana korupsi pengadaan tanah seluas 25 hektare di Desa Bapangsari, Kecamatan Begelan, Kabupaten Purworejo oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YKKAP I) pada Badan Usaha Milik Negara PT Angkasa Pura I.

“Atas penyimpangan itu, negara ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 23 miliar,” ujar Ketut.

Menurut Kapuspenkum,  AS diamankan karena ketika dipanggil oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sebanyak tiga kali secara patut, yang bersangkutan tidak berniat baik memenuhi panggilan tersebut. Saksi bahkan terkesan  menghalangi-halangi proses penyidikan yang dilakukan Kejati Jateng terhadap kasus korupsi tersebut.

“AS merupakan salah satu saksi yang akan dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Dalam perkara ini, dia memiliki peran besar pengadaan tanah yang merugikan negara sebesar Rp 23 miliar,” paparnya.

Ketut menjelaskan melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, Jaksa Agung RI meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi demi kepastian hukum.

“Kami (Kejaksaan) mengimbau seluruh saksi, tersangka dan terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan usegera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tandasnya. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.