Beri Pelayanan Prima kepada Masyarakat, Kades Kedunggading Rela Sebrangi Sungai

KENDAL (Awal.id) – Kepala Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum Kabupaten Kendal, Budiyono bersama perangkatnya, rela menyeberang sungai untuk memberikan pelayanan di dusun yang terpisah dari dusun lainnya, yakni Dusun Tapak Timur.

Budiyono mengaku harus mengambil jalan pintas dengan menyeberangi sungai dan jalan yang licin,  karena hingga saat ini belum ada jembatan yang menghubungkan dengan Dusun Tapak Timur.

“Kalau musim kemarau warga masih bisa menyeberang tentunya medannya tidak semua orang berani. Dan kalau pas posisi hujan harus memutar hingga 30 menit, karena harus melewati empat desa lintas kecamatan,” kata Budiyono Kades Kedunggading.

Dijelaskan, Dusun Tapak Timur sendiri terletak jauh terpisah dari dusun lainnya di Desa Kedunggading. Berhimpitan dengan Desa Triharjo dan Sojomerto Kecamatan Gemuh. Dia berharap Pemerintah Kabupaten bisa segera membuatkan jembatan penghubung sebagai akses bagi warga.

“Sebenarnya sudah diusulkan sejak lama hingga enam periode kepala desa, jadi dulu sempat masuk di APBD Kabupaten tahun 2019 hanya saja ada kendala tentang jalan kabupaten. Karena jalan itu masih jalan desa dan akhirnya tidak bisa dilaksanakan,” tutur Budiyono.

Ditambahkan, adanya jembatan ini sangat krusial untuk dibuat karena merupakan jalan alternatif penghubung tiga kecamatan yakni Kecamatan Patean, Gemuh dan Pegandon.

“Jika ada jembatannya anak sekolah juga bisa mengakses lewat jembatan karena bisa lebih cepat dan tidak memutar apalagi menyeberang sungai,” tandasnya.

Dia berharap dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat agar bisa membangunkan jembatan meskipun tidak terlalu lebar.

“Jadi yang diharapkan itu jembatan yang bisa difungsikan minimal untuk dilewati roda tiga. Jadi bisa untuk akses pendidikan, pertanian, kesehatan, keagamaan termasuk pelayanan kepada masyarakat,” harap Budiyono.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Tapak Timur, Desa Kedunggading Budiyanto mengaku jarak antara rumahnya dengan Balai Desa Kedunggading terbilang tidak begitu jauh jika ada jembatan.

“Kita memang susah kalau ke Balai Desa karena jalannya harus muter melewati Desa Triharjo, Cempokomulyo, Galih dan Rowobranten. Kalau sedang kemarau bisa lewat sungai tapi kalau sungainya besar ya tidak bisa,” beber Budiyanto. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.