Parade Seni Merapi Merbabu 2022, Ferry Sebut Ikon Seni Budaya Pendukung Pariwisata Daerah

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono

SEMARANG (Awal.id) – Parade Seni Merapi Merbabu 2022 kembali digelar Pemerintah Kabupaten Boyolali. Parade yang diikuti sebanyak 15 sanggar seni di Lereng Gunung Merapi dan Merbabu dipusatkan di Alun-Alun Paku Buwono VI, Kecamatan Selo, Boyolali ini berlangsung meriah, Minggu (23/10).

Parade atau pawai kesenian yang menampilkan seni budaya lokal itu merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali untuk nguri-nguri budaya leluhur sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahoyono mengapresiasi para seniman yang memiliki inovasi untuk mengembangkan dan melestarikan budaya daerah. Pelestarian budaya ini tidak hanya menjadi salah bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah menciptakan seni daerah tersebut, namun kegiatan seni yang dilangsungkan secara terus menerus itu dapat menciptakan identitas lokal atau daerah.

“Ciptakan identitas lokal melalui keunggulan daerah. Apakah itu di bidang kuliner, kerajinan atau seni budaya daerah. Identitas daerah ini akan memberikan nilai lebih kepada suatu daerah, apalagi seni daerah yang mampu menopang kebangkitan pariwisata lokal,” kata Ferry di Semarang, Rabu (26/10).

Menurut Ferry, berbagai macam kesenian rakyat, khususnya tari-tarian, hingga kini masih hidup dan berkembang di wilayah lereng Gunung Merapi-Merbabu, Boyolali. Dia menyebut, seni tari jangkrik ngenthir, salah satu seni masyarakat lereng gunung Merapi-Merbabu, sampai saat ini masih menjadi hiburan rakyat. Bahkan, jangkrik ngenthir dianggap sebagai tarian sakral oleh masyarakat Boyolali.

“Biasa pemain tari jangkrik ngenthir ada delapan orang, terdiri atas penthul tembem, penari sebagai lembu atau sapi dan penari jaran kepang atau juga disebut jangkrikan.

Poltikus Partai Golkar ini meminta pemkab Boyolali dan para pegiat seni agar agar mengagendakan Parade Seni Merapi Merbabu agar tetap menjadi ikon daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat lereng kedua gunung tersebut.

Ferry menilai ikon sangat penting dimiliki suatu daerah, karena ikon bisa menjadi perekat antara generasi ke generasi. “Jadi kalau orang ingat tari jangkrik ngenthir, orang pasti akan ingat Boyolali serta hiburan warga Gunung Merapi dan Merbabu,” katanya.

Pementasan salah satu peserta Parade Seni Merapi Merbabu 2022

Pementasan salah satu peserta Parade Seni Merapi Merbabu 2022

Ketua DPD MKGR Jateng ini mengajak para generasi muda agar tidak malu untuk mengembangkan dan melestarikan budaya leluhur yang sudah mandarah daging di daerahnya. Dia juga meminta generasi muda jangan malu untuk melestarikan budaya tradisional, di tengah kencang serangan budaya modern yang dihembuskan era digilitasasi ini.

“Kita wajib bangga dengan budaya asli bangsa sendiri. Jangan mudah terpengaruhi dengan budaya asing, yang belum cocok dengan kepribadian bangsa kita,” paparnya.

Dia menilai kesenian yang ditampilkan pada Parade Seni Merapi Merbabu 2022 sangat menjanjikan untuk bisa mendongkrak kemajuan sektor pariwisata daerah. Untuk itu, Ferry meminta pengelola objek wisata di daerah agar bisa menggabungan kesenian unggulan pada setiap destinasi wisatanya agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kolaberasi ini sangat penting. Jika setiap objek wisata di Boyolali dan sekitarnya bisa menggabungkan dua konsep hiburan sekaligus, yakni wisata dan kesenian, saya yakin semua pariwisata bisa maju dan bangkit dari keterpurukkan pasca pandemi Covid-19,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali Darmanto menjelaskan, 15 kelompok seni yang mengikuti Parade Seni Merapi Merbabu 2022 berasal dari sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Tamansari, Musuk, Selo, Cepogo, Gladagsari, Ampel, Mojosongo, Banyudono, dan Sawit.

Darmanto juga mengapresiasi para seniman muda yang tampil pada parade ini.  “Parade ini tidak sekadar memberikan hiburan kepada masyarakat, tapi kegiatan ini mampu memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, untuk meramaikan destinasi pariwisata di sekitar Merapi Merbabu ini,” ujarnya.

Salah satu seniman peserta parade, Hendri Kurniawan mengaku senang bisa mengikuti kegiatan seni budaya yang digelar Pemkab Boyolali.

Seniman yang berasal dari Sanggar Satrio Turonggo, dari Dukuh Kerep, Desa Ngampon, Kecamatan Ampel ini menuturkan dengan adanya parade sini ini, dirinya dan teman-teman pegiat seni mendapatkan ruang untuk berkolaborasi dan bersilaturahmi dengan sanggar lainnya. (adv/anf)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *