6 RT di Perumahan Wahyu Utomo Ngaliyan Semarang Diterjang Banjir Bandang

Warga membersihkan lumpur akibat banjir bandang
Warga membersihkan lumpur akibat banjir bandang

SEMARANG (Awal.id) – Sebanyak enam Rukun Tetangga (RT) di Rukun Warga (RW) 6 Perumahan Wahyu Utomo, Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang terendam banjir lumpur akibat terkena banjir bandang, Minggu (6/11) malam.

Dalam pantauan, warga yang terdampak melakukan evakuasi membersihkan rumahnya dan menyelamatkan barang-barang berharga.

Petugas dari kepolisian, TNI AL, BPBD dan Damkar Kota Semarnag juga terjun ke lokasi membantu membersihkan jalan-jalan. Mobil tangki air dari TNI AL juga diturunkan untuk memenuhi kebutuhan warga. Sedangkan alat tranportasi warga yang hilang karena hanyut, saat ini juga sedang dalam pencarian.

Berdasarkan data yang diperoleh BPBD Kota Semarang, terjadi hujan deras yang merata mengguyur di area Kota Semarang yang menyebabkan banjir bandang di Perum Wahyu Utomo di wilayah RW 6. Ketinggian air banjir rata-rata 30 cm.

Ketua RT 7, Harnowo menjelaskan aktivitas warga saat ini terganggu karena adanya genangan lumpur. Beberapa RT tersebut, yakni RT 1, 2, 3, 4, 7, 9. Namun, ia menyebut di wilayahnya, sebanyak tiga rumah rusak parah dan terdampak semua. Dia menuturkan kejadian itu akibat terjangan banjir bandang.

“Jadi pada Minggu (6/11) sore, di wilayahnya terjadi hujan lebat disertai angin dan guntur. Lalu setelah waktu Magrib air turun dari wilayah atas ditambah dengan meluapnya sungai di sekitar perumahan hingga terjadi banjir bandang. Ketinggian saya kurang tahu persis. Tapi kalau dilihat dari landasan sungai ke jalan mungkin ada 6-7 meter,” ungkapnya saat ditemui para awak media, Senin (7/11).

Menurutnya, kejadian banjir seperti ini sudah tiga kali terjadi selama kurun waktu 15 tahun. Namun, yang terjadi saat ini adalah bencana alam yang paling parah terjadi di wilayahnya.

“Tahun 2022 ini merupakan tahun ketiga, Pertama tahun 2013, kedua 2018 dan yang terakhir ini tahun 2022. Ini yang paling parah dari kejadian sebelumnya,” jelasnya.

Selain rumah yang rusak, lanjutnya, beberapa alat transportasi milik warga juga hanyut terbawa derasnya air.

“Tidak hanya rumah, ada mobil milik warga tadi satu terlihat kebetulan ditemukan sudah di atas air akibat luapan air. Karena kondisi sungai memutar akhirnya masuk menyangkut. Ditambah ada dua unit mobil yang jelas di garasi tadi hanyut,” bebernya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *