Aniaya Teman Kuliah, Oknum Mahasiswa Dilaporkan Polisi

Korban penganiayaan dan ibunya, didampingi kuasa hukumnya, Dio Hermansyah
Korban penganiayaan dan ibunya, didampingi kuasa hukumnya, Dio Hermansyah

SEMARANG (Awal.id) – Seorang oknum mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang menganiaya teman sekelasnya, pada Senin lalu (17/10), sekitar pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan surat LP No. STTLP/706/X/2022/ SPKT/Polrestabes Semarang, Polda Jateng tanggal 19 Oktober 2022, pelaku berinisial I sedangkan korban berinisial VAP.

Pelaku menganiaya korban dengan cara memukul dengan tangan kirinya hingga mengakibatkan luka bibir yang sobek, gigi patah dan rahang geser.

Kuasa Hukum Korban, Dio Hermansyah menjelaskan kejadian tersebut bermula dari pelaku merasa tidak dikasih tahu adanya tugas kelompok dan presentasi dari kampus.

“Karena merasa tidak diberi tahu ada tugas kelompok kampus, pelaku yang juga sebagai selebgram itu menganiaya klien kami di warung depan kampusnya dengan memukul satu kali di bibirnya,” ujar Dio di depan para awak media, Selasa (9/11).

Menurut keterangan, lanjutnya, korban usai dipukul kemudian dilarikan ke RS Elisabet Semarang. Saat dirawat di RS, ibu korban mengaku didatangi pelaku dengan membawa dua orang berambut cepak meminta untuk mencopot laporannya ke polisi terkait kasus tersebut.

“Pada saat dirawat di RS, ibu korban didatangi oleh dua orang berambut cepak untuk mengintervensi atas kejadian yang dialami oleh klien kami untuk mencabut laporan. Selain itu, banyak intervensi lain seperti sampai datang ke rumah keluarga korban memotret dan mengintimidasi, sehingga keluarga koban trauma. Karena, menurut informasi pelaku mempunyai backing jenderal,” bebernya.

Dio mengatakan sudah mendatangi Polrestabes Semarang di bagian Resum penyidik untuk mengawal kasus ini. Menurutnya, tim penyidik sudah bertindak profesional, cepat dan tanggap.

Namun, dia berharap polisi agar menindaklanjuti kasus ini dan meminta masalah penganiayaan tersebut diproses secara hukum dengan seadil-adilnya.

“Jadi klien kami menyebut bahwa keluarga pelaku itu becking-nya jenderal. Namun, saya hari ini juga tetap akan mengadu ke Kapolri, bilamana penangananya tidak beres. Gugatan perbuatan melawan hukum tentunya. Yang kedua saya juga akan mendatangkan Komnas HAM terkait hak masalah kemerdekaan, di mana klien kami menjadi trauma berat atas aksi pelaku. Bahkan untuk masuk ke kampusnya saja takut, karena banyak intimidasi,” kata Dio.

Di sisi lain, Dio menyebut sudah menawarkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan dengan mengganti biaya perawatan dan operasi RS atas perbuatannya.

“Namun bukanya beretikad baik, pelaku hanya menawarkan biaya Rp 20 juta. Padahal secara rinci, biaya operasi dan rawat jalan kurang lebih sekitar Rp 65 juta. Jadi kasus ini sudah naik SPdP, tinggal penetapan tersangka,” tambahnya.

Dio mengimbau apabila terjadi suatu hal pada korban terkait intimidasi dari pelaku, nantinya akan melakukan upaya hukum yang lebih tinggi.

“Saya mohon nantinya bilamana terjadi sesuatu hal pada klien kami, ya kami terpaksa akan melakukan upaya hukum lebih tinggi dengan menggugat perbuatan melawan hukum,” tandasnya. (is)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *