Dua Pengedar Uang Palsu Dibekuk

SEMARANG (Awal.id) – Unit I Pidum Satreskrim Polrestabes Semarang menangkap dua pelaku pengedar uang palsu.

Dua tersangka yakni berinisial AMH (24), warga Bugangan dan AWS atau D sapaan akrabnya (24) warga Singosari, Kota Semarang.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan, menjelaskan, awalnya D membeli uang palsu itu terhadap AMH dengan harga Rp. 100 ribu dan mendapat Rp. 300 ribu.

“D membeli uang palsu melalui akun telegram, kemudian D menukarnya di salah satu Warteg di daerah Jalan Singosari pada tanggal (17/11), sekira pukul 22.00 WIB,” jelas Donny, Rabu (23/11).

Mendapati laporan adanya peredaran uang palsu tersebut, lanjutnya, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap D. Kemudian, usai dilakukan pengembangan, penjual AMH diringkus pada (18/11) beserta barang bukti alat produksi untuk membuat uang palsu tersebut.

“Adapun barang bukti yang diamankan yakni, mesin printer, stempel bergambar Soekarno-Hatta, dan cat semprot. Ditambah uang palsu pecahan Rp100 ribu senilai Rp4 juta dan pecahan Rp20 ribu senilai Rp260 ribu yang sudah dicetak dan siap diedarkan,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan AMH, Donny menyebut bahwa Ia mencetak uang palsu itu berdasarakan pesanan. Tak hanya itu, Ia menjalankan aksi tersebut sejak 10 bulan terakhir dengan total yang dicetak sekitar Rp. 70juta.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 36 UU tentang Mata Uang dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *