Ikut Lari Borobudur Marathon, Ganjar Sempat Mules dan Mampir ke Rumah Warga

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ikut lari pada Borobudur Marathon kategori Tilik Candi bersama 4.552 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu (13/11)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ikut lari pada Borobudur Marathon kategori Tilik Candi bersama 4.552 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Minggu (13/11)

MAGELANG (Awal.id) – Event Borobudur Marathon digelar sejak Sabtu kemarin dan hari ini, Minggu (12-13/11/2022.) Untuk event pertama, Sabtu kemarin, diikuti peserta dari elite runner dan kategori Young Talent yang diikuti para pelajar.

Sementara hari ini, Minggu (13/11), event digelar dengan kategori Tilik Candi. Sebanyak 4.552 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti half marathon sepanjang 21 km. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan istri, Siti Atikoh ikut serta dalam lomba lari hari ini.

Bahkan, Ganjar akhirnya memecahkan rekor dalam lomba lari resmi. Pria berusia 54 tahun itu berhasil virgin half marathon di ajang Borobudur Marathon kategori Tilik Candi. Ganjar berhasil menyelesaikan rute sepanjang 21 km dengan catatan waktu 3 jam 22 menit.

Lari bersama 4.552 peserta lain, Ganjar berhasil finish sebelum batas akhir waktu resmi. Ia terpaut satu jam lebih dengan istrinya, Siti Atikoh yang finish dengan catatan waktu 2 jam 16 menit.

Meski nafas tersengal dan keringat bercucuran, namun Ganjar nampak kuat menapaki garis finish. Apalagi, sang istri, Siti Atikoh menyambutnya dengan pelukan hangat dan dikalungi medali.

“Ayah semangat, ayah hebat. Nggak nyangka bisa virgin half marathon. Selamat ayah,” teriak Atikoh sambil memeluk Ganjar.

Ganjar langsung digandeng Atikoh menuju ruang medis. Usai mendapat perawatan ringan, ia kembali bugar dan langsung bergabung dengan pelari lainnya untuk memberikan hadiah.

“Wah ini luar biasa menarik. Saya saja nggak menyangka bisa finish. Ada cerita menarik tadi di KM 7, perut saya agak sakit. Jadi harus mampir ke rumah penduduk dan mereka sangat ramah. Monggo pak, pinarak. Itu luar biasa,” katanya.

Ganjar merasakan sangat keletihan sekitar KM 19. Lututnya mulai terasa pegal dan sering jalan pelan-pelan. Namun melihat peserta lain yang begitu semangat, ia pun kembali berlari meski perlahan.

“Dan guide yang mendampingi saya top banget. Dia bisa tahu ritmenya, tambah pak speednya, kurangi pak. Jadi bisa terkontrol,” ucapnya.

Peran cheering, lanjut Ganjar, juga sangat penting dalam perlombaan ini. Saat ia mulai lemas, semangatnya kembali terpacu dengan yel-yel para cheering itu.

“Mereka memberikan semangat dan membikin kita terpacu lagi. Saat kurang semangat, ada mereka jadi tambah semangat lagi. Dan alhamdulillah sampai finish,” ucapnya.

Ganjar juga melihat antusiasme masyarakat Magelang sangat luar biasa pada ajang ini. Mereka berjajar di pinggir jalan untuk memberikan semangat pada para pelari.

“Respon masyarakat luar biasa. Pelajarnya ikut menyambut, masyarakat juga ikut dengan beragam pertunjukan yang disajikan. Ada seni, budaya dan lainnya. Mudah-mudahan Borobudur Marathon betul-betul akan menjadi milik masyarakat Borobudur, Magelang dan sekitarnya. Ajang ini milik mereka,” pungkasnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *