Jamin Kesehatan Pelaku Olahraga, KONI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

SEMARANG (Awal.id) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggandeng BPJS Ketenagakerjaan guna mendukung pelaksanaan penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pelaku olahraga.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kepahaman dilaksanakan secara serempak oleh beberapa KONI provinsi dengan BPJS Ketenagakerjaan di beberapa lokasi berbeda yang juga ditayangkan secara virtual.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan Jakarta, ditandatangani oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin dan Sekretaris Jenderal KONI Pusat TB Lukman Djajadikusuma, di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (2/11).

Untuk KONI Provinsi Jateng, penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Plt Ketua Umum KONI Jawa Tengah Bambang Raharjo dan Asisten Deputy wilayah Bidang  kepesertaan Kanwil Jateng- DIY Dyah Swast, dan dilaksanakan di kantor KONI Jateng kompleks Gelora Jatidiri Semarang.

Adapun agenda tersebut bertajuk ”Tenang Berlatih dan Bertanding dengan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan” ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman pada 12 September lalu.

Waktu itu Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyono menjalin kesepakatan dalam Rakernas KONI 2022.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin dalam kesempatan yang ditayangkan secara virtual mengatakan kerja sama ini dilakukan dengan maksud untuk melindungi semua pelaku olahraga mulai dari atlet, pelatih, tenaga supporting.

Ia menuturkan sampai sekarang jumlah pelaku olahraga yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai 80 ribu atau 35 persen dari total potensi sebesar 220 ribu. Bentuk perlindungan itu merupakan bukti hadirnya negara dalam memastikan para atlet terlindungi saat bertanding dan memiliki hari tua yang sejahtera.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai kegiatan yang mulia untuk melindungi seluruh pelaku olahraga, sehingga mereka dapat bertanding dan berlatih tanpa rasa cemas yang muaranya menuju prestasi,” ungkap Zaunudin.

Sementara, Sekjen KONI Pusat TB Lukman Djajadikusuma menyambut baik kerja sama ini mengingat para pelaku olahraga khususnya atlet sangat rentan mengalami risiko kecelakaan kerja maupun kematian saat sedang bertanding.

Menurutnya, dengan adanya perlindungan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, atlet akan lebih percaya diri dalam bertanding karena bebas dari rasa cemas.

“Para atlet tentunya tidak perlu khawatir untuk cedera  karenanya terus berlatih secarq sungguh sungguh dan siap membela merah putih di mana pun juga,” ujar Lukman.

Pihaknya juga mengimbau semua pihak yang masuk dalam kategori pelaku olahraga untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Imbauan tersebut berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022.

“Sebagai salah satu bukti besarnya manfaat BPJS Ketenagakerjaan, pada kesempatan tersebut diserahkan pula santuan kepada dua orang ahli waris anggota KONI serta seorang atlet yang meninggal dunia usai memenangkan medali perak dalam kompetisi pencak silat,” tuturnya.

Secara terpisah, Plt Ketua Umum KONI Jateng Bambang Raharjo mengatakan melalui kerja sama ini sebenarnya KONI Jateng sudah jauh-jauh hari pada Februari 2022 lalu sudah berhubungan dengan BPJS Ketenagakerjaan terkait dengan potensi terjadinya kecelakaan atau kecelakaan saat pertandingan yang dimungkinkan terjadi hal hal buruk sampai dengan kematian.

“Setiap atlet yang ada didaerahnya harus diberi jaminan ketenagakerjaan, sehingga ketika mengalami masalah kecelakaan akan tertangani atau tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan,” tandas Bambang Raharjo.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputy wilayah Bidang Kepesertaan Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY Dyah Swasti Kusumawardani menyatakan penandatanganan kerja sama ini ditindaklanjuti di seluruh provinsi dan kabupaten se-Indonesia.

“Nantinya untuk seluruh kegiatan mulai proses pelatihan sampai proses pada saat mengikuti event, baik tingkat provinsi maupun nasional, sudah mendapatkan perlindungan jaminan ketenagakerjaan,” tutupnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *