KONI Jateng Gelar Workshop Jurnalistik Olahraga, Sudarsono : Wartawan Harus Bisa Beri Kritik yang Membangun

Panitia Pelaksana Darjo Soyat saat memberikan sambutan
Panitia Pelaksana Darjo Soyat saat memberikan sambutan

SEMARANG (Awal.id) – KONI Provinsi Jawa Tengah menggelar ’Workshop Jurnalistik Wartawan Olahraga’, di Hotel Dafam, Semarang, selama dua hari, Minggu-Senin (13-14/11). 

Kegiatan tersebut acara itu dibuka oleh Wakil Ketua Umum V KONI Jateng, Sudarsono, mewakili Plt Ketua Umum KONI Jateng, Bambang Rahardjo Munadjat. Acara diikuti para wartawan KONI Jateng dan Humas KONI dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.

Workshop tersebut dilaksanakan dengan empat sesi dengan materi yang berbeda-beda. Adapun narasumber warshop tersebut, yakni Wakil Ketua Umum V KONI Jateng, Sudarsono, Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS, Ketua SIWO PWI Pusat sekaligus Bidang Media dan Humas KONI Pusat, Gungde Ariwangsa, dan Pakar Ilmu Komunikasi FISIP Undip Semarang, Turnomo Rahardjo.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Darjo Soyat menjelaskan salah satu alasan diselenggarakan acara ini, karena KONI Jateng sebagai lembaga formal yang berupaya untuk memberikan informasi kegiatan olahraga kepada masyarakat, khususnya Jawa Tengah.

“Harapannya, acara ini berjalan dengan lancar dan bisa bermanfaat dalam memberikan wawasan dan menambah ilmu para wartawan olahraga, yang berada di bidang media dan humas KONI kabupaten dan kota se-Jawa Tengah,” ungkap Darjo.

Para peserta acara workshop Jurnalistik Olahraga

Para peserta acara workshop Jurnalistik Olahraga

Informasi Olahraga

Wakil Ketua Umum V KONI Jateng, Sudarsono mengisi materi warkshop sesi pertama yang dipandu oleh moderator Achmad Ris Ediyanto.

Sudarsono pada paparan materinya mengatakan  KONI Jateng menyadari kebutuhan informasi khalayak terhadap kegiatan atau event olahraga.

“Untuk materi pertama ini adalah mengenai informasi terkait event atau kejuaraan sangat dibutuhkan masyarakat. Karena dari informasi tersebut masyarakat bisa mengetahui perkembangan olahraga di daerahnya masing-masinh,” tandasnya.

Di sisi lain, Sudarsono menyoroti kurangnya kritik wartawan terhadap kegiatan olahraga yang diikuti dan diadakan oleh para atlet dari daerahnya.

Menurunya, para wartawan seharusnya bisa memasukkan kritik yang membangun, yang bisa memotivasi para atlet dari cabang olahraga untuk bisa meraih prestasi.

“Jadi saat ini yang sering adalah memberitakan terkait prestasi dan kemenangan yang diraih. Seharusnya wartawan juga harus menulis terkait kegagalan atlet saat melakoni kejuaraan. Karena ini bisa sebagai cambuk dan motivasi para atlet. Jadi pada intinya, para wartawan harus tetap mengedepankan idealisme, dengan mengambil posisi yang positif. Karena dengan kritik, yang bertujuan untuk memajukan olahraga di Indonesia.” tegas Sudarsono. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *