Peringati Hari Pahlawan, Kota Semarang Gelar Kirab Merah Putih

SEMARANG (Awal.id) – Kota Semarang menggelar Kirab Merah Putih untuk memperingati Hari Pahlawan, Kamis (10/11) pagi.

Dalam peringatan tersebut, peserta mengarak bendera merah putih sepanjang 1001 meter, Garuda Pancasila setinggi 4 meter dan 700 meter Bendera Majapahit.

Adapun kirab tersebut dimulai dari Balai Kota Semarang, melewati Jalan Pemuda dan berakhir di Simpang Lima Semarang.

Berbagai elemen juga hadir dalam gelaran itu, dari umat lintas agama, siswa SMA dan SMK, TNI-Polri, Ormas, dan masyarakat Kota Semarang.

Ketua acara Kirab Merah Putih Adhi Siswanto menjelaskan kegiatan ini untuk memperingati Hari Pahlawan. Adapun tema yang diangkat dalam kirab ini adalah “Harmoni Nusantara Bangkit Jawa Tengah Mengukir Sejarah”.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan rasa kebangsaan kepada generasi penerus dan menumbuh kembangkan nasionalisme dan patriotisme,” ujar Adhi.

Saat ditanyai mengenai adanya arakan yang membentangkan bendera merah putih sepanjang 1001 meter, dia menyebut karena bendera merah putih ada ruh kebangsaan yang besar.

“Bendera merah putih merupakan ruh kebangsaan yang besar karena, pertama kehormatan bangsa, jatidiri bangsa, dan harga diri bangsa. Ya ini harus kita berikan terus pupuk bagi generasi bangsa,” tandasnya.

Adhi menjelaskan bendera yang diarak itu sudah pernah dipakai di Istana Negara dan di Maguwo, Yogyakarta. Proses pembuatan bendera ini juga menggunakan proses penjahit yang melibatkan 34 provinsi dan berbagai doa lintas agama, sehingga juga dipenuhi kesakralan. Tak hanya itu acara kirab ini juga diinisiatori oleh tokoh ulama kharismatik Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

“1001 memang ada kode dari Kirab Merah Putih ini ya, jadi bagi pusat ini adalah kode kebangsaan bagi kita 1001 meter ini. Yang jelas, salah satu harapannya adalah dengan kirab bendera panjang ini agar semangat merah putih tetap bergelora kepada anak bangsa,” bebernya.

Sementara, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan dalam kirab ini bukan tentang bagaimana bendera merah putih dipegang, namun bagaimana sang pemegang yakni milenial maupun Gen Z ini menjadi contoh bagi generasi lainnya.

Menurutnya, tugas pahlawan saat ini semakin kompleks dan banyak hal yang harus disikapi misalnya bergerak bersama untuk menanggulangi Covid-19, kemiskinan, stunting.

“Yang mana hal-hal tadi jangan sampai ada di Indonesia, khususnya di Kota Semarang. Kami berharap dengan anak-anak muda tadi bisa mendalami dan tidak hanya memegang bendera saja,” tambah Ita sapaan akrabnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *