Perkara Korupsi BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Dinaikkan Tahap Penyidikan

JAKARTA (Awal.id) – Kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Tahun 2020 sampai dengan 2022 ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.

Pada ekspose/gelar perkara oleh tim Jampidsus Kejagung pada Selasa (25/10), ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Dr Ketut Sumedana mengatakan berdasarkan hasil ekspose tersebut, tim penyidik Jampidus memutuskan untuk menaikkan status perkara ini dari penyelidikan menjadi penyidikan mulai  31 Oktober lalu.

“Peningkatan ke tahap penyidikan ini untuk memudahkan proses pengusutan terhadap perkara koruosi ini,” kata Ketut pada siaran persnya, di Jakarta, Rabu (2/11).

Menurut Ketut, selepas peningkatan status menjadi penyidikan, tim penyidik Jampidsus melakukan penggeledahan di beberapa tempat yang diduga kuat terkait dengan tindak pidana ini.

Adapun tempat atau lokasi yang telah dilakukan penggeledahan, lanjut Ketut, yakni Kantor PT Fiberhome Technologies Indonesia, PT Aplikanusa Lintasarta, PT Infrastruktur Bisnis Sejahtera, PT Sansasine Exindo, PT Moratelindo, PT Excelsia Mitraniaga Mandiri, dan PT ZTE Indonesia.

“Dari penggeledahan itu, tim penyidik menemukan dokumen-dokumen penting yang saat ini masih dipelajari oleh tim penyidik,” kata Ketut. (*)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *