Polda Jateng Bekuk Dua Komplotan Rampok Spesial Pecah Kaca Mobil

Konferensi pers pengungkapan kasus perampokan dengan modus pecah kaca mobil
Konferensi pers pengungkapan kasus perampokan dengan modus pecah kaca mobil

SEMARANG (Awal.id) – Ditreskrimum Polda Jateng berhasil membekuk dua komplotan perampok spesialis pecah kaca mobil yang beraksi di Temanggung dan Cilacap, Jawa Tengah.

Adapun komplotan yang berhasil diamankan dari Temanggung berjumlah enam orang dengan inisial AG (35), DH (36), DI (37), AS (52) dan SV (50). Sedangkan dari Cilacap berjumlah lima orang, yakni HM (38), AP (35), RO (29),  RU (42), SU 27 dan GG (29).

Diketahui, para tersangka tersebut berasal dari Sumatera, bahkan juga ada beberapa pelaku yang merupakan residivis dengan kasus yang sama.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menjelaskan kedua komplotan perampok tersebut memiliki sasaran korban nasabah bank.

“Berdaasrkan keterangan dari para tersangka, dua komplotan itu ada yang meraup keuntungan dari Rp 90 juta sampai Rp 203 juta,” ungkap Djuhandani saat memimpin konferensi pers di Polda Jateng, Jumat (4/11).

Djuhandani membebebrkan dua komplotan itu dalam kurun waktu dua bulan sudah beraksi di 17 lokasi yang berbeda. Namun, berdasarkan penyelidikan terbaru, kuat dugaan keduanya sudah beraksi di 25 lokasi.

“Berdasarkan penyelidikan terbaru, mereka juga beraksi di luar wilayah Polda Jateng, seperti di Jawa Barat. Untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan Polda terkait mengenai kasus tersebut,” bebernya.

Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menanyai salah satu pimpinan komplotan perampok berinisial AS

Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menanyai salah satu pimpinan komplotan perampok berinisial AS

Modus Operandi

Mengenai modus operandi para tersangka, lanjutnya,  kedua komplotan tersebut beraksi dengan cara yang sama, yakni dengan membagi tugas masing-masing.

Semisal, ada yang mengamati nasabah. Lalu mengamati situasi dan ada juga yang memecah kaca mobil.

“Dalam melakukan aksinya tersangka memecah kaca mobil dengan menggunakan cincin, dan busi bekas. Untuk cincin yang digunakan untuk memecah kaca sudah dimodifikasi oleh tersangka, setelah memecah kaca mereka mengambil barang dan uang korban bahkan ada yang menggembosi ban,” tandasnya.

Djuhandani mengimbau masyarakat untuk berhati-hati agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil tanpa pengawasan.

Sedangkan soal pelaku yang belum tertangkap, dia menegaskan para pelaku segera menyerahkan diri, karena polisi akan terus memburu mereka.

“Saya minta masyarakat agar lebih berhati-hati. Sedangkan, dari dua kelompok tadi masing-masing ada yang satu buron. Jadi saya pesan, ke mana pun Anda lari, kami akan memburunya. Karena reserse diwilayah Polda Jateng sudah kami latih untuk menangkap setiap pelaku tindak kriminal apapun sulitnya,” tandas Djuhandani.

Sementara, salah satu kapten komplotan, AS (52) mengaku mendapat uang Rp 200,4 juta. Dari hasil rampokannya tersebut, dibagi per orang sebesar Rp 30 juta.

“Setiap orang mendapat bagian Rp 30 juta dari hasil itu, tergantung kita mendapatkannya berapa kita bagi rata. Namun, untuk uang yang terakhir ini masih dibawa teman saya yang masih buron,” kata AS.

Akibat perbuatannya, para tersangka diancam dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *