Pukul Pegawai SPBU, Seorang Pria Paruh Baya Diamankan Polisi

SEMARANG (Awal.id) – Satreskrim Polrestabes Semarang menangkap pelaku penganiayaan yang dilakukan terhadap pegawai SPBU di Majapahit, Pedurungan pada Selasa (22/11), sekira pukul 01.00 WIB dinihari.

Adapun pelaku yakni bernama Wempi Hutapea (62) warga Tlogosari Kulon, Pedurungan. Ia diketahui melakukan pemukulan di bagian muka korban yang bernama Hendra Adi P (25), warga Tembalang, Semarang.

Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Semarang, Iptu Andika Oktavian Saputra, menjelaskan, kejadian tersebut terjadi karena pelaku memaksa korban untuk mengisi BBM jenis pertalite ke botol yang dibawa. Karena menurut aturan tidak diperbolehkan, pelaku marah dan kemudian memukul korban.

Meski begitu, ia menyebut atas kasus tersebut kini pihak kepolisian akan melakukan upaya hukum jalur damai antara korban dan pelaku. Menurutnya, kekerasan yang dilakukan pelaku karena emosi tak dilayani oleh korban.

“Rencananya akan kita restorative justice (damai) nanti pada saat (korban) pelaporan di sini akan kita pertemukan. Kejadian terjadi karena pelaku emosi tidak diperbolehkan mengisi BBM menggunakan botol air minum plastik kemudian tidak terima lalu melakukan kekerasan kepada korban,” ungkap Andika saat konferensi pers di di Mapolrestabes Semarang, Rabu (23/11).

Sementara, di hadapan para awak media, pelaku mengaku emosi karena pembelian BBM menggunakan botol tersebut dilakukan untuk membantu temannya yang motornya mogok.

“Awalnya saya pulang dari suatu tempat bersama teman. Kemudian motor rekan tersebut mogok di dekat lokasi kejadian,” bebernya.

Kemudian, karena hanya motornya yang bisa digunakan, lalu dirinya berinisiatif untuk membelikan BBM temannya. Lalu botol yang ia dapat itu dari pembelian air minum di warung dekat lokasi kejadian.

“Saya mampir di sebelah Polsek membeli minum kemudian langsung menuju ke SPBU. Lalu saya isi bensin sekalian isi motor saya 25 ribu dan botol ini. Dan pihak SPBU tidak memperbolehkan,” .

Karena niat baik untuk membantu temannya tersebut tak berjalan lancar, kemudian dirinya emosi dan melakukan pemukulan kepada korban.

“Mau bantu teman kok kayak dipersulit saja, begitu. Kalau aturan gak boleh pakai botol, setahu saya kalau darurat gak ada masalah. Saya pukul karena emosi udah jam malam harus kembali lagi ke teman saya. Dan kita diikuti sama dua orang pihak pom bensin. Begitu sudah saya isi saya pulang,” tambahnya.

Meski demikian, Ia mengakui kesalahannya karena telah memukul korban. Dirinya meminta maaf kepada korban dan pihak yang dirugikan.

“Dengan viralnya ini saya minta maaf kepada warga Semarang khususnya kepada korban yang sudah saya lakukan tindak kekerasan,” ucapnya.

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *