Wabup Windu Suko Basuki Minta BPBD Waspadai Daerah Potensi Bencana

KENDAL (Awal.id) – Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Apel Siaga Bencana dalam Menghadapi Musim Hujan serta pengukuhan Relawan SAR Arnavat Polres Kendal, di Alun-alun Kendal, Kamis (3/11).

Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki saat pemimpin apel menyampaikan pesan Bupati Kendal Dico   Ganinduto agar BPBD meningkatkan kewaspadaan di beberapa daerah yang berpotensi terjadi bencana.

“Apel ini berharap dapat mencegah atau mengurangi potensi terjadi bencana, tingginya curah hujan. Maka dari itu bisa dilakukan pembersihan saluran air atau drainase sehingga potensi banjir dan longsor bisa ditanggulangi lebih cepat,”harap Wakil Bupati Kendal.

Sementara pada Apel Siaga turut dilakukan pengukuhan tim SAR Arnavat Polres Kendal yang terdiri 36 personel.

“Saya ucapakan selamat atas dikukuhkannya SAR Arnavat Polres Kendal, dengan slogan Sepenuh hati, Sepenuh Jiwa Demi Kemanusiaan. Laksanakan tugasnya dengan baik, profesionalitas selalu dikedeoankan,” kata Wabup.

Usai melakukan apel, Windu Suko Basuki beserta Forkopimda menyempatkan untuk meninjau alat penunjang yang dimiliki BPBD. Peninjauan dimulai dari armada kendaraan roada dua, perahu karet/sekoci, dapur darurat, penerangan hingga tekonologi drone sebagai alat pendukung dalam melakukan pemetaan lokasi bencana.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kendal, Sigit Sulistiyo mengatakan, personel relawan dipersiapkan terutama untuk banjir dan longsor di Kendal.

“Kita mempersiapkan secara personel untuk teman-teman baik relawan kemudian dari TNI Polri serta komunitas-komunitas yang lain. Yang tidak kalah penting adalah warga masyarakat yang ada di Kabupaten Kendal,” jelasnya.

Untuk itu, tugas para relawan, dalam kondisi musim hujan, secara pribadi maupun secara komunitas, harus membersihkan sampah kemudian memotong pohon-pohon yang sudah mulai tinggi.

Adapun data dari BPBD Kendal Infografis kejadian bencana periode Januari-Oktober 2022 tercatat sabanyak 123 kejadian, bencana alam didominasi oleh bencana banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

Selama kejadian dampak bencana alam yang diakibatkan adalah, kurang lebih 5928 rumah terendam, 126 rumah rusak ringan, 15 rumah rusak berat, 2 jalan amblas/ terputus, 3 jembatan putus dan polusi udara. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *