Bakal Jadi RTH, Mbak Ita Sebut Wonderia Bukan Kawasan Emas, tapi Kawasan Berlian

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar event tahunan Semarang Business Forum atau Sembiz. Sembiz pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-15 kalinya.

Pelaksana Tugas Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu pada sambutan pembukaan event tersebut menawarkan berbagai keunggulan yang dimiliki Kota Semarang kepada para investor yang akan menanamkan modalnya untuk pembangunan dan pengembangan kota.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut, setidaknya ada tujuh keunggulan yang membuat Kota Semarang menjadi kota strategis dan penuh potensi bagi para investor.

Keunggulan tersebut, yakni menjadi Ibu Kota Provinsi Jateng, jalur persimpangan ekonomi, memiliki beragam budaya, situasi masyarakatnya yang kondusif, sarana transportasi yang lengkap (bandara, pelabuhan, stasiun, jalan tol) hingga memiliki sembilan kawasan industri.

“Tadi ada, kemudahan-kemudahan yang saya sampaikan sudah terlaksana. Peresmian Mall Pelayanan Publik (MPP) yang menjadi kewajiban kota/kabupaten untuk mempermudah perizinan. Kami juga selangkah lebih maju dengan membuat MPP digital. Ada banyak moda transportasi di Kota Semarang, kemarin juga baru diresmikan kereta Blambangan Express ini mempermudah untuk menuju ke ujung timur pulau Jawa. Tentunya ini menjadi pengembangan yang terus dilakukan,” kata  Ita dalam acara Pembukaan Semarang Business Forum (Sembiz) ke-15 tahun 2022 di Patra Semarang Hotel, Kamis (8/12).

Menurut Mbak Ita, infrastruktur dan kondisi jalan yang ada di tengah Kota Semarang sudah cukup mendukung aktivitas ekonomi di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Meski demikian, lanjut Ita, dirinya tak memungkiri banjir rob masih menjadi salah satu permasalahan utama. Karena itu, pihaknya terus mengupayakan penanganan banjir rob seperti program pemasangan sheet pile sepanjang 1,3 km dan pembangunan kolam retensi untuk menampung air hujan sebelum dialirkan ke laut.

“Menurut BBWS Pemali-Juwana sebagai pihak yang berwenang, mungkin tidak sampai satu tahun akan terbangun, karena tidak ada masalah sosial (terkait pembebasan lahan). Ini sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat Tambaklorok, sehingga mereka juga senang dan mendukung. Apalagi di sana ada pelabuhan yang notabene menjadi salah satu pendukung transaksi ekspor impor selain kargo (udara),” imbuh Mbak Ita.

Ita menjelaskan, proyek pembangunan prioritas yang ditawarkan kepada investor pada tahun 2023 di antaranya adalah PSEL Jatibarang, reaktivasi trem, hingga pengembangan Simpang Lima Underground.

Disinggung mengenai pembangunan eks Wonderia, Mbak Ita menilai lokasi tersebut sangat cocok dikelola menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Dia mempersilakan jika ada investor yang ingin mengembangkan Wonderia.

“Kawasan Wonderia sekarang sudah tidak emas lagi, tapi berlian. Kawasan itu, jika lebih tertata kan semakin indah. Silakan kalau investor mau masuk, tapi harus cepat. Apalagi pembangunan Simpang Lima ke-2 sudah dimulai dan pembangunan Gedung Kesenian Ki Narto Sabdo juga sudah selesai. Jangan sampai pas sudah jadi semua eks Wonderia itu masih mangkrak,” tambahnya.

Nilai realisasi investasi Kota Semarang sepanjang Januari hingga November 2022 telah mencapai Rp 24,2 triliun. Ada pun untuk target realisasi investasi pada 2023, Mbak Ita berharap Kota Semarang dapat mencapai angka Rp 35 triliun, sebagaimana target yang dicanangkan sebelum pandemi Covid-19.

“Targetnya kita masih menghitung-hitung, tapi kita harapkan minimal seperti dulu kan (sebelum pandemi). Sebelum 2019 bisa sampai Rp 35 triliun, kalau kita investasi hitung saja nanti yang di depan mata ini investasi hotel, mall ada Rp 2 triliun yang sudah jelas. Belum yang dari kawasan industri. Kalau target harus lebih dari 2019. minimal itu,” tegas Mbak Ita. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *