Gubernur Ganjar Buka Posko Pelayanan Pupuk Bersubsidi, Ferry Wawan C : Dapat Membantu Petani dan Meminimalisir Persoalan Distribusi Pupuk

SEMARANG (Awal.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, mendukung langah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membuka posko pelayanan pupuk bersubsidi yang tersebar di 35 kabupaten kota se-Jawa Tengah.

“ Dengan adanya posko pelayanan pupuk bersubsidi tersebut, dapat membantu para petani mendapatkan pupuk bersubsidi dan persoalan pupuk bisa diminimalisir, terutama dalam hal distribusi pupuk,” kata dia di Semarang Rabu (23/10).

Menurutnya, pupuk menjadi faktor produksi yang krusial bagi petani. Hal ini disebabkam pupuk berfungsi sebagai pasokan nutrisi utama agar pertumbuhan tanaman bisa optimal. Sehingga, hasil panennya juga maksimal.

Namun, saat ini pupuk subsidi jumlahnya terbatas. Tercatat alokasi pupuk subsidi tahun 2022 ini hanya sekitar 37-42% dari total kebutuhan petani di Indonesia.  Di sisi lain, harga pupuk nonsubsidi juga dirasa mahal.

Akibatnya, tentu saja akan menambah pengeluaran produksi bagi petani.  Kondisi ini pun membuat  para petani untuk mencari alternatif lain, seperti menggunakan pupuk organik.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pupuk subsidi saat ini jumlahnya terbatas. Ia juga terus berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian kaitannya agar bisa menambah kekurangan tersebut.

“Maka dalam posisi yang kurang, harus didistribusikan kepada seluruh calon penerima itu mestinya ya datanya betul-betul akurat,” katanya

Pihaknya, juga mengajak agar seluruh komponen mau bersinergi mengintegrasikan data. Sehingga meminimalisasi perbedaan harga yang jadi potensi jual beli ilegal.

Ganjar mengungkapkan telah menerapkan kebijakan Kartu Tani. Sehingga, mengakomodasi para petani yang luasan sawahnya dua hektare ke bawah dan memang berhak.

“Nah kalau mereka nyewa lahan satu hektare, setengah hektare, terus kemudian dikumpul-kumpulkan jadi satu sehingga punya lahan dua puluh hektare, satu-satu unit atau satu nama yang ada di situ kan bisa mengakses pupuk. Tapi diakumulasikan sebenarnya ini tidak berhak untuk mendapatkan pupuk subsidi,” jelas Ganjar.

Seluruh komponen bisa mendukung penambahan alokasi pupuk subsidi. Sehingga pemanfaatannya bagi produktivitas petani bisa terasa.

“Tapi kalau tidak ya kita harus membuat gerakan semi organik. Kalau kemudian yang lain sudah ada yang organik, itu mesti kita kasih insentif. Selebihnya dikontrol,” ujarnya.

Posko pelayanan pupuk subsidi tersebut, sekaligus mewadahi masyarakat yang selama ini masih banyak mengadu lewat WhatsApp pribadinya.

“Sampai hari ini, WA saya pun meng-handle langsung. Pak pupuk lagi langka. Di mana, siapa nama petaninya, saya minta kartu taninya. Karena saya menjamin yang punya kartu tani, apalagi sudah melalui RDKKnya, pasti dapat,” tegasnya.

Di lain sisi, Ganjar mengimbau para para penyuluh dan pihak terkait agar memperbaiki data petani. Sehingga, nantinya proses distribusi berjalan dengan baik.

“Evaluasi kami ternyata pada saat menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) itu tidak presisi, maka saya minta tolong kawan-kawan penyuluh kita lebih baik. Sistem kita develop lebih baik, agar kemudian distribusi juga lebih baik,” tandasnya.

Adapun total alokasi untuk lima jenis pupuk yang disubsidi pemerintah pada 2022 untuk Jawa Tengah adalah sebanyak 1.567.336,50 ton, atau naik 10,04% dari tahun 2021 sebanyak 1.424.340,50 ton, dengan perincian pupuk Urea sebanyak 723.606 ton, SP-36 sebanyak 87.353 ton, ZA sebanyak 139.473 ton, NPK sebanyak 386.716 ton, dan Organik 230.189 ton. (adv/anv)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *