Kabupaten Kendal sebagai Pilar Pembangunan, Bupati Dico Tawarkan  Investasi kepada Pelaku Usaha

KENDAL (Awal.id) – Kabupaten Kendal sudah ditetapkan memiliki 5000 ha Kawasan Industri dengan rincian 2.200 ha ditetapkan menjadi Kawasan Industri Khusus yang dikelola oleh swasta dalam hal ini kerja sama dua negaram yakni Indonesa dengan Singapura, yaitu Jababeka.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto pada saat pembukaan Kendal Business Meeting 2022 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), di Hotel PO Semarang, Selasa (6/12).

Hadir pada acara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi/BKPM, Aries Indatiyanto. Direktur KIK Kendal Didik Purbadi, Ketua Dekranasda Kabupaten Kendal, Wynne Frederica, Kepala DPMPTSP Kendal, Anang Widiasmoro beserta para Kepala OPD lainnya, para investor di Kendal.

Bupati Kendal Dico M Ganinduto menjelaskan, dari jumlah 5000 ha tersebut Kabupaten Kendal masih memiliki banyak spece atau lebel-lebel bagi pelaku usaha untuk bisa berinvestasi di wilayahnya.

“Kabupaten Kendal kita tetapkan menjadi Pilar Pembangunan, karena pemerintah terus berupaya agar para pelaku industri bisa berinvestasi di Kabupaten Kendal. Karena dampaknya akan banyak membuka lapangan pekerjaan dan dapat mengurangi angka pengangguran di Kendal,” tandas Bupati Dico.

Dia mengatakan saat ini angka pengangguran di Kabupaten Kendal ada 6 persen atau 60.000 masyarakat Kendal belum memiliki pekerjaan. Jumlah itu berdasarkan pada data dari Badan Pusat Statistik Kendal (BPS).

“Maka kita terus melakukan percepatan-percepatan untuk memastikan bahwa investasi industri ini yang masuk ke Kabupaten Kendal bisa semakin besar, sehingga akan memberikan stimulus dan dukungan terhadap pelaku industri, karena ini salah satu pilar pembangunan yang ada di Kabupaten Kendal,” kata Dico.

Dico mengaku dirinya juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi untuk meningkatkan infrastruktur untuk para pelaku industri di Kabupaten Kendal.

” Agar pada wilayah 5000 ha di kawasan industri di Kabupaten Kendal dapat memberikan dampak insvestasi yang baik untuk para pelaku usaha pembangunan di Kabupaten Kendal,” tandas Bupati Dico.

Sementara, Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi/BKPM, Aries Indariyanto menyampaikan, dalam rangka menuju investasi yang berkualitas yang dalam penyebaran investasi sudah merata di Jawa dan luar Jawa.

“Kolaborasi antara pengusaha besar PMA dengan pengusaha daerah pelaku usaha kecil menengah UMKM dan koperasi, dan BUMD, Bumdes, di mana lokasi-lokasi perusahaan investasi itu bisa memberikan dampak pada perekonomian daerah,” jelas Aries.

Aris mengatakan dukungan terhadap kemajuan Industri di Kendal harus terus memberikan suport terhadap para investor.

“Dukungan dari pemerintah kepada investor itu penting, dengan dukungan tersebut para pelaku investor akan lebih besar dalam berkontribusi di Kabupaten Kendal,” pungkasnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *