177 Kelurahan Se-Kota Semarang Ikuti Germas Hidup Sehat, Ita Optimis Tahun 2023 Angka Stunting 0 Persen

SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Kota Semarang menggelar Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat yang dipusatkan di Agrowisata Sodong, Porwosari, Kecamatan Mijen, Senin (24/1/2023). Kegiatan yang melibatkan 177 kelurahan se-Kota Semarang ini ditandai dengan peresmian hasil kegiatan OPD tahun 2022.

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memaparkan prioritas pembangunan Kota Semarang tahun 2023 akan mengupas masalah penanganan  banjir dari hulu ke hilir serta penanganan stunting.

“Meski banyak yang telah dilakukan, tetapi masih banyak PR (pekerjaan rumah), karena yang namanya melayani masyarakat tidak akan berhenti,” ungkap Ita sapaan akrabnya.

Ita menyampaikan, Germas yang digelar secara serentak sebagai wujud edukasi masyarakat untuk menjaga kesehatan, pemberdayaan diri dan lingkungan demi mewujudkan ketahanan pangan.

“Guyub rukun hari ini menunjukkan semangat kita bersama memasak menu sehat untuk masyarakat sehat sejahtera. Dimulai dengan kegiatan senam bersama, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, balita dan lansia serta memasak menu sehat bergizi untuk anak-anak,” ujar Ita.

Menurut Ita, penanganan stunting tidak hanya difokuskan pada balita melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama tumbuh kembang anak. Karenanya, treatment dan edukasi pun harus diberikan mulai dari ibu hamil sehingga kehamilan dan bayi yang dilahirkan sehat.

Ita optimis di tahun 2023 ini angka stunting di Kota Semarang ditargetkan tuntas terselesaikan dari angka awal 1.400 menjadi 0 kasus. Dari kegiatan itu, seluruh OPD Pemkot Semarang mengolah berbagai jenis pangan lokal yang ada di Indonesia termasuk Kota Semarang.

“Menu memasak yang dipraktekkan ini mudah dan sehat dengan bahan dasar lokal, tidak harus impor, seperti mie dari wortel atau sorgum bola udang dan lainnya,” terang Ita.

Pihaknya juga mendorong kegiatan menanam dan pertanian di wilayah perkotaan atau dikenal dengan urban farming. Dengan bertanam, lanjutnya, akan menjadi langkah solutif masalah penghijauan, ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan yang saling terkait satu sama lain.

Dalam waktu dekat, tepatnya 28 Januari mendatang, juga akan diadakan gerakan menanam bersama masyarakat. Menanam dapat dilakukan di mana saja termasuk lahan idle ataupun menggunakan polybag. Dengan menanam, harapannya dapat mengurangi ketergantungan pada pasar minimal terpenuhinya kebutuhan lokal. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *