Wujudkan Ketahanan Pangan, Satgas Pangan Polda Jateng Tanam Jagung Seluas 475 Hektare

SEMARANG (Awal.id) – Ditreskrimsus Polda Jateng melalui Satgas Pangan Polda Jateng melakukan penanaman jagung dengan total lahan seluas 475 hektare dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, di Lahan Perhutani Petak 49 Njragung, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Selasa (24/1/2023). 

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan kontribusi penguatan pangan yang dilakukan ini bisa memberikan dampak yang baik kepada masyarakat, khususnya di wilayah desa.

Untuk itu, dia memerintahkan seluruh Kapolsek, Kasatreskrim dan Kapolres untuk terus melanjutkan agar program ketahanan pangan ini selalu berjalan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur, Pangdam, Perhutani dan Kejati yang telah memberikan sarana ini semoga ini menjadi titik balik dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat kita. Kapolsek, Kapolres dan yang juga berjalan itu para Kasatreskrim jadi nanti akan mencari tempat yang bisa kita lakukan kegiatan tersebut,” ungkap Luthfi di sela-sela kegiatan tersebut.

Sementara, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah Polri, khususnya Polda Jateng dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, tugas Polri memang tidak hanya menindaklanjuti laporan dari warga, namun juga mengantispasi adanya keresahan warga.

“Tidak hanya operasi saja sekarang Polri dengan ekstrakulikulernya kita mendapatkan dukungan jadi kalau biasanya kita sambat kepada kepolisian ketika operasi Satgas Pangan, umpama kelangkaan penimbunan dan sebagainya hari ini kita dibantu mulai dari penanaman serentak,” tambah Ganjar.

Ganjar berharap komoditas lain bisa juga ditanam untuk menambah ketahanan pangan. Pihaknya akan terus mendukung program yang telah diinisiasi ini.

“Kita bisa memanfaatkan lahan lahan punyak Perhutani lah itu saja menurut saya bisa ngegas beberapa komoditas beberapa. Kalau hari ini jagung mungkin di tempat lain kita sesuaikan dengan yang lain. Maka terima kasih kepada teman-teman kepolisian yang hari ini memberikan tugas tambahan dari pak Kapolda untuk menanam,” tuturnya.

Di sisi lain, Ganjar mengklaim bahwa kebutuhan pangan di Jateng setiap tahun masih aman. Hanya saja, pada bulan-bulan tertentu beberapa komoditas pangan mengalami kelangkaan karena salah satu faktor yaitu gagal panen karena pengaruh cuaca.

“Ketika kita belum panen mesti langka dan jagung ini mesti juga langka makanya kalau hari ini kita bisa menambah terus kemudian dari beberapa perusahaan swasta siap menampung, maka selanjutnya kita bisa memanage untuk kebutuhan yang sifatnya lokal biasanya tertinggi kebutuhan pakan ternak,” katanya.

Terakhir, Ganjar berpesan kepada para petani untuk tidak khawatir jika mengalami gagal panen. Hal itu karena adanya asuransi pertanian untuk menutup kerugian akibat gagal panen.

“Untuk kerugian ada asuransi pertanian umpama daerah dengan kemiringan yang tinggi harus ditahan betul seperti punyanya perhutani itu jadi ada pohon yang sudah ditebang itu akarnya jangan dicabut karena cukup bisa menahan banjir sampai penanaman dari perhutani berikutnya dan di sela-sela itu silakan ditanami lagi. Maka kita menjaga alam juga biar tidak terjadi banjir tapi insyaallah dari pertanian yang kemarin mendapat bencana sudah kita mekanisme untuk recover,” tutupnya. (is)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *